Kerusakan Terumbu Mesoamerika dan lainnya di seluruh wilayah akan berdampak luas di luar laut.
“Jika kita tidak memiliki karang, maka kita tidak memiliki segala sesuatu yang terkait dengannya,” kata Ochoa.
Pariwisata yang berhubungan dengan terumbu karang saja menghasilkan sekitar Rp115.299.600.000 untuk ekonomi Karibia setiap tahun.
Meskipun telah terjadi kematian karang besar-besaran serta penyakit lain yang mempengaruhi terumbu, kehancuran yang disebabkan oleh SCTLD belum pernah terjadi sebelumnya.
“Kami belum pernah melihat 23 spesies karang yang berbeda sakit secara bersamaan,” kata Ochoa.
Di banyak tempat, tutupan karang telah berkurang hingga setengahnya sebelum penyakit datang. Yang dulunya warna-warna cerah berkembang pesat sekarang kusam dan hijau.
Penyebaran penyakit menular dan mematikan seperti itu menandakan nasib yang sama untuk terumbu karang di Laut Karibia. “Terumbu karang seperti yang kita tahu tidak akan ada lagi”, kata Ochoa.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.