ANAK perempuan ini mungkin tidak menyangka dirinya bisa lolos Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM). Dia bahkan menjadi siswi dengan dua nilai sempurna di UTBK SBMPTN 2021, yaitu Matematika dan Kimia.
Adalah Fadila Putri Fatihah, yang bersekolah di SMAN 5 Yogyakarta yang berhasil menembus kedokteran UGM ini. Meskipun, dia mengatakan sempat tidak percaya diri karena di tes pertama, ekspektasinya tak sesuai dengan realita. Tryout yang selalu dia kerjakan nyaris sempurna, berbeda kenyataan di hari H ujian.
"Di depan ruang ujian tuh saya masih baca rangkuman. Sampe akhirnya masuk ruang ujian, saya duduk seperti kebanyakan yang lainnya, nah pas mulai ujian, tuh, JRENGGG mantap langsung keluar angka," katanya kaget dengan apa yang dia lihat.
"Subtest pertama saya PK, baru duduk langsung disuruh ngitung. Padahal kalau tryout itu soal pertamanya tuh bacaan gitu, lho, asli saya panik banget parah. Saya sempat blank beberapa menit liatin soal baru ngerjain, sampe akhirnya melihat waktu sisa sedikit tapi banyak yang belum dikerjain, akhirnya pasrah, saya shalawatan saja," sambungnya.
Meski demikian, dia yakin dengan doa sang ibu pun yang selalu mengiringi dalam kesuksesan Puput, sapaan akrabnya, sampai di titik tersebut.

"Aku sejujurnya sama dengan siswa lainnya, suka main di awal-awal sekolah. Tapi, saat mendekati ujian, aku berusaha keras untuk belajar dan meminta doa restu dari ibu dan mempertebal keimanan pada Allah SWT," katanya pada MNC Portal.
Di momen itu, Puput mengaku hanya bisa berdoa semoga skor subtes yang lain bisa 'nutupin' kesalahan di PK. Ia pun mengaku sempat down di tes pertama karena pengalamannya saat tryout PK, penggemar BTS itu mengaku jarang salah. "Buyar fokusnya, padahal baru mulai," keluhnya.
Meski begitu, dia berhasil menguasai diri untuk menghadapi tes selanjutnya. Bermodal waktu 30 detik ke subtes berikutnya, Puput mencoba untuk menyemangati dirinya kembali. "Enggak apa-apa, bismillah Allah enggak tidur. Semoga subtes yang lain bagus, bismillah, ya, Allah. pokoknya pasrah," kata Puput dalam hati.
Akhirnya mau enggak mau, waktu tetap jalan. Puput maksimalkan di subtes lainnya. Selesai semua, Puput keluar ruangan dan langsung reflek nangis. Menurutnya, dia menangis lega tapi sedih karena tidak maksimal mengerjakan PK. Sampai-sampai ibunya yang sedari tadi menunggu di luar ruangan ujian bingung kenapa anak gadisnya itu menangis.
Dua bulan menunggu pengumuman, gadis kelahiran Bantul, 25 April 2003 itu sudah tak berharap apa-apa, takut kalau terlalu berharap malah nyesek kayak waktu SNMPTN. Ya, Puput sebelumnya pernah gagal di ujian SBMPTN dengan pilihan jurusan Gizi Kesehatan di UGM.