Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Uniknya Rumah Panggung Minahasa, Dulu Ditanam Kepala Manusia di Tiangnya

Subhan Sabu , Jurnalis-Sabtu, 12 Juni 2021 |00:05 WIB
Uniknya Rumah Panggung Minahasa, Dulu Ditanam Kepala Manusia di Tiangnya
Rumah panggung Minahasa di Woloan, Kota Tomohon (MNC Portal/Subhan Sabu)
A
A
A

SENI bangunan rumah Minahasa zaman pra sejarah menggunakan teknik ikat, karena rumah dibangun di atas pohon tinggi yang dikarenakan takut bahaya banjit atau serangan binatang buas.

Jessy Wenas dalam buku Sejarah dan Budaya Minahasa menulis bahwa gambaran pertama mengenai rumah Minahasa abad awal 17 ditulis oleh penulis Belanda Robertus Padtbrugge tahun 1679 menerangkan sebagai berikut.

"Rumah orang Minahasa berbentuk rumah panjang bertiang tinggi, saat rumah didiami lima sampai sembilan keluarga di mana setiap keluarga memiliki dapur sendiri. Keluarga tertua memiliki ruangan yang yang terbesar. Tangga rumah dari satu batang kayu utuh yang diberi takikan untuk pijakan kaki."

Baca juga:  Berziarah ke Makam Tuanku Imam Bonjol, Ulama Pemberani yang Diasingkan Belanda

Sekitar tahun 1850-an penulis barat DR. W. A. Van Hoevell menulis bahwa rumah panjang

Minahasa sudah berganti rumah panggung, yang setiap rumah dihuni hanya oleh satu keluarga, seperti yang dilihatnya di Tonsea.

Tapi pembangunan rumah masih tetap seperti zaman pembangunan rumah panjang, yakni khusus rumah pemimpin masyarakat atau keluarga tertentu masih menanamkan kepala manusia pada bagian bawah tiang utama untuk memberikan kekuatan pada rumah.

 Ilustrasi

Rumah panggung Minahasa (MNC Portal/Subhan)

Karena adat kebiasaan potong kepala belum hilang, maka pada rumah panggung dibuat seperti menara pengawas dengan tiang tinggi yang kuat dan papan lantai yang tebal untuk melindungi keluarga dari serangan para pencari kepala orang di malam hari.

Tapi, itu ritual zaman dulu. Sekarang sudah tak ada lagi tanam kepala manusia di tiang rumah. Meski demikian, bentuk rumahnya masih sama dengan yang dulu.

Untuk bisa melihat model rumah panggung Minahasa ini Anda bisa datang berkunjung di Woloan, tepatnya di Jalan Raya Tomohon-Tanawangko, Kelurahan Kamasi, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

Baca juga:  Nostalgia Suasana Tempoe Doeloe di Rumah Kopi Nuansa Alam Ranosaut

Di sisi kiri dan kanan jalan raya ini berderet rumah-rumah kayu dengan bentuk dan motif yang nyaris seragam. Rumah-rumah berkelir cokelat dan berbentuk panggung itu merupakan contoh rumah panggung Minahasa yang dijual.

Kawasan dengan panjang sekitar 1 kilometer itu meupakan sentra industri rumah panggung Minahasa.

Ada berbagai tipe rumah panggung dibuat para perajin, mulai dari yang berukuran luas 36 meter persegi hingga 200 meter persegi sanggup mereka kerjakan. Para perajin pun dapat mengerjakan rumah panggung dengan bentuk serta ukuran sesuai keinginan si pembeli.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement