MASYARAKAT adat Dayak Kabupaten Landak menggelar upacara adat Naik Dango ke-36 tahun 2021 hanya dengan melakukan ritual adat, tanpa kegiatan perlombaan dan agenda wisata lainnya. Hal itu dilakukan mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19.
"Kegiatan Naik Dango Tahun 2021 masih dalam suasana Pandemi Covid-19 sehingga dilakukan secara terbatas di mana ada dua agenda utama kegiatan yakni pertama kegiatan Bahaupm dan yang kedua ritual adat Naik Dango yang merupakan upacara adat sebagai ucapan syukur kepada Jubata (Tuhan) atas keberhasilan panen padi oleh masyarakat Suku Dayak Kanayant," kata Bupati Landak, Karolin Margret Natasa.
Baca juga: Dorong Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno Ingin Pendidikan Pariwisata Ditingkatkan
Karolin mengatakan, dengan melaksanakan ritual adat naik dango di tingkat Kabupaten ini, makan untuk ritual adat panen padi di Kabupaten Landak ditiadakan untuk tingkat kecamatan, desa maupun binua. Dalam ritual adat naik dango kali ini juga dilaksanakan Pantang Balala’ Nagari dan Baliatn Ngobati Binua.
"Saya berpesan kepada semua tolong bantu pemerintah dengan mendukung kegiatan pelaksanaan PPKM mikro, salah satu contoh dukungannya setelah kita sudah melaksanakan Naik Dango di sini, Nyangahant sudah, acara adat sudah, tolong di kampung jangan lagi bikin acara," tuturnya.