GUNA menjaga daya tahan tubuh, kita memang harus berolahraga dan minum vitamin secara rutin. Namun, yang belum banyak diketahui adalah konsumsi vitamin dan suplemen ternyata tidak bisa sembarangan.
Setiap orang memiliki kebutuhan akan nutrisi dan vitamin yang berbeda. Tapi, yang paling membedakan adalah suplemen untuk kelompok usia berbeda satu dengan lainnya.
Lalu bagaimana mengetahui suplemen apa saja yang cocok berdasarkan kelompok usianya? Berikut ini daftarnya, sebagaimana dilansir laman The Healthy.
Usia belasan atau remaja
Ahli gizi Stephanie Schiff merekomendasikan anak remaja atau usia belasan untuk mengonsumsi vitamin D dan kalsium. "Kombinasi vitamin D dan kalsium sangat baik untuk pertumbuhan tulang dan otot para remaja," terangnya.
Di usianya ini setidaknya membutuhkan 1.300 miligram kalsium per hari. Kebutuhan tersebut harus dipenuhi jika tidak mendapatkan cukup dari makanannya sehari-hari.

Usia 20 dan 30-an
Asupan suplemen di usia remaja masih berlaku di kelompok usia 20-an dan 30-an. Selain itu, bagi wanita ini merupakan tahun-tahun subur. Saat berencana untuk hamil, mulailah konsumsi vitamin prenatal dengan asam folat dan B kompleks. Dua vitamin ini membantu mengurangi risiko autisme pada bayi.
Di atas usia 30-an
Cara tetap sehat di usia lebih dari 30 adalah untuk gencar mengonsumsi kalsium dan vitamin D. Ahli jantung dr Steinbaum menyarankan konsumsi asam lemak omega-3 antiinflamasi yang dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung.
Usia 40-an
Masih kata dr Steinbaum, "Periksalah kadar vitamin D dalam darah untuk menakar seberapa lagi kebutuhan yang diperlukan tubuh."
Menurut dia, hampir tidak mungkin mendapatkan semua vitamin D yang dibutuhkan dalam sehari dari makanan saja. Belum lagi kurangnya mendapatkan sinar matahari pagi. Jangan lupa juga omega-3 dan kalsium yang sama-sama penting.