Namun, batu sandungan itu muncul. Saat Anne Avantie sudah merencanakan untuk pergi ke Jakarta pada pukul 12 siang naik kereta dari Semarang, tiba-tiba konsep busana harus berubah. Itu karena pernyataan lanjutan KD yang mengatakan bahwa kebaya-nya tidak boleh kebaya klasik.

"Subuh-subuh dapat kabar bahwa tidak boleh kebaya klasik. Saya lemas. Pukul 7 pagi (hari libur), saya masukkan karyawan dan dari jam 9 pagi hingga 10.30 malam, kami mengubah konsep menjadi bukan kebaya klasik," cerita Anne.
Nah, di jam 22.30 setelah busana selesai, Anne Avantie langsung berangkat ke Stasiun Tawang untuk membawa kebaya untuk seorang ibu yang bahagia karena putri terkasihnya lamaran. "Itu sekilas kisah di balik hari bahagia seorang ibu dan putrinya," kata Anne Avantie.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.