Penyebab dan Faktor Risiko
Lalu apa penyebabnya dan faktor risiko diseksi aorta? Dokter Suko mengungkap bahwa faktor risikonya adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Kemudian kelainan bawaan pada jantung, penyakit genetik, cedera pada dada, hingga merokok.
Baca juga: Pengalaman Horor Pramugari, Diganggu Suara Anjing Merintih di Kamar Hotel
“Dengan mengatasi hipertensi dan mengurangi rokok saja, kita sudah bisa mengurangi (risiko diseksi aorta) ini dengan signifikan,” tegasnya.
“Kalau ada keluarga atau kerabat yang kemudian mengalami nyeri dada berat tetapi tidak jelas diagnosisnya, maka berpikirlah kalau itu diseksi aorta,” pungkasnya.
(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.