Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menkes BGS: Leadership Tak Bisa Dipelajari dari Buku Populer

Wilda Fajriah , Jurnalis-Rabu, 10 Februari 2021 |11:51 WIB
Menkes BGS: <i>Leadership</i> Tak Bisa Dipelajari dari Buku <i>Populer</i>
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Biro Pers Setpres)
A
A
A

SETIAP orang pada suatu titik harus menjadi pemimpin, apalagi bagi para pria. Tapi, tidak semua orang memiliki leadership alami.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (BGS) mengatakan, kepemimpinan atau leadership tidak bisa dipelajari di sekolah, maupun webinar.

"Leadership itu ilmu yang harus you learn by doing (yang harus dipelajari dari pengalaman hidup," kata Menkes BGS dalam pemaparannya secara virtual terhadap mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB).

Leadership akan bisa dipelajari setelah seseorang memasuki dunia kerja. Di mana mereka akan mulai mengenal karakter pemimpin mereka dan cara leader tersebut memperlakukan Anda sebagai bawahan.

Menkes BG

"Leadership bisa Anda pelajari di tempat kerja. Leadership tidak diajarkan oleh profesor yang bukunya laku di pasaran, akan tetapi pengalaman mereka dalam memegang organisasi," terangnya.

Sementara itu, Menkes BGS pun memberikan analogi kepada para mahasiswa bahwa leadership atau kepemimpinan tidak akan bisa diraih jika hanya belajar menggunakan teori saja.

"Leadership itu sama dengan belajar berenang atau bersepeda. Meski diberi teori terbaik, jika mereka tidak nyebur ke kolam renang atau bersepeda, tidak akan bisa. Yang berenang akan tenggelam, yang bersepeda akan jatuh," tuturnya.

Di sisi lain, Menkes BGS merupakan seorang leader yang tidak linier. Pendidikannya di bidang fisika pernah membawa dirinya berkarir di dunia perbankan.

Menurutnya, leadership tidak bergantung pada pendidikan latar belakang, melainkan sifat mereka sebagai pemimpin terhadap anak buahlah yang akan menentukan apakah ia bisa disebut sebagai pemimpin yang baik, atau tidak.

"Jika Anda ingin belajar menjadi seorang leader, kuncinya 3. Pertama jujur, karena orang jujur akan disenangi bawahan. Kedua mempunyai tujuan yang jelas, dengan arahan yang jelas para anak buah pun tidak akan merasa kesulitan dalam bekerja. Terakhir adalah support, pemimpin yang baik harus bisa mendukung anak buahnya, bukan hanya memberi tugas," tukasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement