Data menyebutkan, penyakit jantung bawaan terdapat pada 9 dari 1.000 bayi baru lahir hidup. Sebanyak 50% di antaranya memerlukan intervensi.
Adapun penyebabnya, menurut Prof Ganesja, tidak bisa diketahui pasti. Namun ada faktor risiko yang memicu penyakit jantung bawaan, seperti ibu hamil menjadi seorang perokok pasif hingga riwayat keluarga.
"Pada kehamilan 3 bulan pertama itu bisa mendeteksi penyakit jantung bawaan lewat USG. Kita bisa lakukan ini untuk melihat ada kelainan atau enggak jantungnya, kalau ada kelainan dievaluasi lebih lanjut," katanya.
Kemudian, untuk mendeteksi penyakit jantung bawaan pada anak dapat dilakukan dengan mengenali tanda-tandanya sejak awal. Antara lain tumbuh kembang terganggu, batuk panas, cepat lelah, sianosis (kulit membiru), dan bising jantung.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.