Di unggahan lainnya yang dibagikan pada 19 Januari 2021, ia juga menuliskan sebuah keterangan yang cukup panjang. Niluh juga telah menerima permintaan maaf yang dilontarkan oleh Sergey.
"Maaf diterima.
Deportasi jalan terus.
Deportasi atas nama Sergey Kosenko dilaksanakan dalam 3-4 hari ini."
Ia menambahkan, "Sudah menjadi risiko bagian yang dibenci bahkan dikatai fasis Hitler. Seolah-olah Niluh Djelantik membuat Bali sepi.
Tidak apa-apa. Semua hujatan kuterima dengan hati terbuka. Dan nantinya juga akan mendewasakan kalian," katanya.
"Martabat tanah kelahiran kita jaga bersama. Karena hanya ini yang kita punya. Menggantungkan pemasukan dari pariwisata adalah hal yang wajar, kita berjuang bersama-sama. Di saat yang sama sudah saatnya memfilter agar quality tourism bisa kita jaga," sebutnya.
Niluh kembali menuliskan bahwa bangsa Indonesia telah mendunia sebagai tujuan wisata yang ramah dan nyaman. Ia juga mempersilahkan untuk datang, berlibur, dan tinggal di sini, serta nikmati alam dan keramahtamahan masyarakat Indonesia.
"Tapi jika kalian melanggar aturan, masyarakat tak segan akan bersuara. Dan pihak yang berwenang akan menindak kalian," ujar dia.
"Terimakasih kesayangan.
Jaga kesehatan. Jaga semangat," tutup Niluh.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.