Sebelum akhirnya divaksin Covid-19, seorang dokter bernama Elizabeth Espinal yang hamil 5 bulan berdebat dengan sang suami yang menolak istrinya divaksin. Pro dan kontra ini jadi gambaran nyata kondisi saat ini.
Terlebih, mereka yang hamil, keputusan untuk disuntik vaksin Covid-19 adalah sesuatu yang dianggap besar. Namun, Espinal yang merupakan ahli bedah syaraf tersebut mampu meyakinkan suaminya yang berprofesi sebagai koki untuk menyetujui perjanjian vaksinasi Covid-19.
"Suami saya memiliki beberapa alasan keberatan yang banyak dilontarkan orang awam atau mereka yang tidak di bidang medis," kata Espinal, dikutip dari New York Post. "Di sisi lain, aku ingin divaksin karena persetujuan dua pihak, karena ada bayi yang sedang saya kandung," lanjutnya.

Di sisi lain, pro dan kontra mengenai ibu hamil mendapatkan vaksinasi Covid-19 masih menggema di masyarakat, terlebih Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) belum mengeluarkan rekomendasi apakah ibu hamil harus menjalani pemeriksaan inokulasi terlebih dulu atau tidak.
Baca Juga : Bolehkah Ibu Hamil Disuntik Vaksin Covid-19? Ini Kata Peneliti
Meski begitu, Espinal yang merupakan tenaga kesehatan di Northwell Health tetap yakin dengan keputusannya untuk divaksin. Bukan tanpa alasan, ia mengantongi banyak pernyataan dari dokter kandungannya, pun dokter di tempatnya bekerja.
"Saya melihat apapun dengan sangat ilmiah, menimbang risikonya seperti tertular Covid-19 ataupun kasus kelahiran prematur. Tapi, sejauh ini belum ada risiko yang langsung mengarah ke ibu hamil, selain efek samping normal dari siapapun yang baru menerima vaksin," terangnya.
CDC sendiri menjelaskan bahwa vaksin Covid-19 tidak mungkin menimbulkan risiko bagi ibu hamil. Lagipula, tenaga kesehatan yang sedang hamil tidak dilarang untuk divaksin Covid-19.