Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sejarawan: Hari Ibu Zaman Now, Harinya Emak-Emak

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Senin, 21 Desember 2020 |13:46 WIB
Sejarawan: Hari Ibu Zaman Now, Harinya Emak-Emak
Hari Ibu (Foto: Parents)
A
A
A

Meski begitu, Ichwan, sapaannya, tidak menolak adanya peringatan Hari Ibu tersebut. Hanya saja, dia mengusulkan agar dicari tanggal lain selain tanggal 22 Desember.

Ia mengambil contoh perayaan Hari Ibu yang dirayakan di luar negeri, Mother's Day namanya. Di Amerika Serikat misalnya, dirayakan setiap hari Minggu di pekan kedua bulan Mei. Sedangkan di beberapa negara Eropa, Mother's Day dirayakan pada 8 Maret.

"Jadi, peringatan Hari Ibu itu boleh untuk menghargai jasa seorang ibu, saya setuju. Tapi, jangan menghilangkan nuansa gerakan dari perjuangan perempuan sebagai akar dari lahirnya perayaan ini, karena sudah menggelapkan sejarah, itu yang saya tak setuju," tegas Ketua Pusat Studi Sejarah Unimed tersebut.

 Baca juga: Cantiknya Wika Salim Pakai Kemben dengan Blazer, Netizen: Janda Semakin di Depan

"Hari Ibu ditetapkan berkaitan dengan politik, karena awalnya dari sebuah gerakan perempuan. Tapi, interpretasi kita saat ini dalam memperingati Hari Ibu sudah meleset, menjadi harinya emak-emak," tambahnya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement