Momen istimewa Hari Ibu yang dirayakan setiap 22 Desember tak luput dari Kongres Perempuan pertama yaitu pada 22-25 Desember 1928. Kongres yang digelar di Yogyakarta tersebut dilaksanakan beberapa bulan setelah dicetuskannya Sumpah Pemuda.
Hari Ibu 22 Desember yang sarat akan penghargaan pada seorang ibu itu ternyata tak selalu berarti istimewa. Ya, ahli sejarah dari Universitas Negeri Medan (Unimed) Dr. Phil Ichwan Azhari pernah menyampaikan pernyataan cukup menarik soal Hari Ibu ini.

Menurut sejarawan yang menamatkan S3-nya di Jerman itu, perayaan Hari Ibu zaman now maknanya bergeser dari apa yang awalnya digalakkan para pejuang perempuan. Sebab, maknanya tak lagi diperingati sebagai hari gerakan perempuan.
"Bahkan, peringatan Hari Ibu saat ini bisa mengkerdilkan gerakan perempuan zaman dulu," terangnya pada Okezone, beberapa tahun lalu.