Biryani Iran
Kemudian ada biryani Iran dibuat di kota terbesar di Iran, yaitu Isfahan. Daging yang digunakan sebagai pelengkap biryani di sini, yaitu menggunakan daging kambing panggang. Sebelumnya, paru-paru kambing direbus dan dicincang terpisah terlebih dahulu, kemudian dipanggang di atas wajan khusus.
Cara menyantapnya pun cukup unik, yakni dimakan bersama roti yang disebut dam pukht (dan-pukhtak). Dalam bahasa Persia artinya dimasak dengan dikukus. Di Iran, makanan ini lebih popular disebut dum pukht daripada biryani.
Briyani Malabar
Selanjutnya adalah briyani ayam dari daerah Malabar Utara (masih kawasan Arab), atau disebut juga nasi briyani malabar. Namun kuliner satu ini penggunaan rempahnya tidak terlalu kuat seperti yang lainnya.
Nasi biryani ayam dari daerah Malabar Utara dikenal di luar Malabar sebagai biryani malabar. Ciri khas biryani malabar tidak telalu banyak rempah, namun dimasak dengan cara menggunakan api kecil atau dum pukht.
Keberadaan biryani malabar diperkenalkan di Kerala oleh pedagang dari Timur Tengah. Kudapan satu ini biasanya dimakan bersama raita berisi bawang bombay dan tomat. Minuman sewaktu makan biryani malabar adalah teh lemon yang disebut suleimani.
(Ahmad Luthfi)