Harapan itu juga yang coba disampaikan Hannah pada perempuan di luar sana. Menurut Hannah, semua perempuan itu kuat dan luar biasa. Karena itu, jangan pernah merasa tak bisa apa-apa.
Selain terus menjadi pendamping perempuan dalam menggapai hak hidupnya, Hannah juga mulai mengubah 'mindset' masyarakat di dalam lingkungan patriarki. Ya, upaya ini dia rasa penting karena yang akan menentukan apakah suara perempuan bisa didengar atau tidak.
"Saya selalu mengatakan, lihatlah perempuan sebagai sosok yang memiliki potensial yang sangat luar biasa, jangan kemudian menganggap perempuan sebagai beban keluarga," sambungnya.

Dalam menyuarakan tujuannya ini, Hannah pun menyadari bahwa pentingnya peran media sosial. Hal ini bisa dilihat juga pada kasus Baiq Nuril. Jadi, menurut Hannah, dengan viralnya kasus ini, media sosial punya peran luar biasa juga dalam menegakkan keadilan.
"Petisi online keluar untuk bisa membebaskan Baiq Nuril, sampai akhirnya dia benar-benar bebas dari hukumannya. Padahal dia korban pelecehan. Ini menandakan media sosial punya power juga dalam menyuarakan keresahan masyarakat, termasuk perempuan di dalamnya," tambah aktivis perempuan itu.
Memang media sosial sekarang ini punya power tersendiri, tetapi bagi Hannah, yang terpenting lainnya adalah adanya support system antar perempuan. Ini yang kemudian membuat perempuan kuat bersama.
Jadi, antarperempuan itu saling memberi dukungan, bukan malah menjatuhkan. Solidaritas itu sangat penting. Terlebih dalam menyuarakan hak yang mungkin selama ini sulit untuk dapat teralisasi.
"Kolaborasi antarperempuan membuat sistem ini akan berjalan lebih baik. Karena itu, sikap solidaritas menjadi penting di sini demi mendapatkan kesejahteraan hidup yang tak dipandang sebelah mata," papar Hannah.

Terkait dengan masalah pelecehan, Hannah menyarankan agar Anda mengadukan tindakan tersebut sekaligus konsultasi untuk mendapatkan perlindungan hukum melalui LBH APIK (Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan). Ruang ini menjadi penting agar para perempuan tahu hak mereka.
"Saya menyarankan untuk teman-teman ke LBH APIK (Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan). Sebab, secara legal mereka juga akan memberikan advice. Kadang kalau mengalami pelecehan inginnya melapor supaya orang lain tahu apa yang terjadi, tapi mungkin belum tentu mau meneruskan melalui jalur legal. Tapi, setidaknya kita mengetahui hak kita," saran Hannah.
Ia menambahkan, konseling juga bisa didapati teman-teman melalui Yayasan Pulih atau Lentera Sintas Indonesia yang biasanya melakukan pertemuan tertutup buat orang yang mau bicara kepada konsuler atau orang yang punya pengalaman yang sama. "Sekali lagi untuk perempuan semua, go for it. Kalian bisa dapatkan apa yang kalian mau. Tahu dan kemudian perjuangkan hak kalian," pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.