Meskipun demikian, Niki tetap bersemangat melewati setiap rintangan tersebut. Lihat saja aksinya saat melewati area hutan yang diselimuti salju. Niki dengan sigap mengeluarkan puffer jacket untuk melindungi tubuhnya dari terpaan udara dingin.
Begitupun saat malam tiba. Aktivitas pendakian masih terus berlanjut. Niki mengandalkan lampu penerangan yang disematkan di bagian kepalanya (head lamp). Semua tantangan itu berhasil ditaklukan Niki karena memang dia sangat mencintai alam.

"Semua orang udah tahu kalau tipe liburan aku tuh harus kembali ke alam. I love nature. Aku lebih suka ke tempat-tempat yang banyak culturenya, banyak view bagusnya daripada ke city," tutur Niki saat ditemui Okezone, beberapa waktu lalu.
"Kemarin (Himalaya) salah satu liburan yang mendadak. Sebenarnya karena schedule aku kosong dua minggu. Terus mikir kemana ya? Ternyata ada teman aku yang open trip ke Himalaya. Ya udah aku langsung join," timpalnya.

Lebih lanjut Nikita menjelaskan, untuk persiapannya sendiri kurang lebih memakan waktu sekitar satu minggu. Ini termasuk menyiapkan mental dan fisik tubuhnya.
"Sebelumnya udah pernah sih kayak hiking tapi cuma one day hike. Sedangkan kemarin lima hari. Setiap hari berada di ketinggian hampir 5000 meter dan ternyata seseru itu dan sebangga itu dengan diri sendiri," ungkap Nikita Willy.
"Aku merasa pada saat kita naik gunung terus melihat alam, aku jadi sadar kalau aku hanya manusia biasa, makhluk kecil yang tinggal di bumi, di alam yang benar-benar luas. We are just nothing sebenarnya," tandasnya.
(Helmi Ade Saputra)