Advertisement
Advertisement

Nadia La Tsaniya Mengedukasi Anak-Anak Mengejar Mimpi Melalui Dongeng

Wilda Fajriah , Jurnalis-Jum'at, 28 Februari 2020 |16:02 WIB
Nadia La Tsaniya Mengedukasi Anak-Anak Mengejar Mimpi Melalui Dongeng
foto: Okezone
A
A
A

Mengapa dongeng harus tetap dilestarikan? menurut Nadia karena dongeng adalah satu cara yang dapat digunakan untuk mengedukasi anak tanpa harus menggurui atau menasehati secara langsung.

Tujuan ‘Doing Project” yang Nadia bangun adalah untuk mengembalikan anak kepada dunia anak yang seharusnya dengan mengurangi intensitas bermain gadget , untuk menanamkan nilai luhur dan karakter kepada anak melalui storing telling dan yang terakhir untuk mengajak kaula muda yang tertarik dengan dongeng ikut serta melestarikan dongeng.

Rencana program Doing Project yang Nadia La Tsaniya ciptakan ialah pertama, belajar dan sharing dongeng bersama, minimal 1 minggu sekali, selanjutnya workshop dongeng dengan mendatangi pendongeng 1 bulan sekali, dan yang terakhir dongeng keliling dengan beberapa komunitas peduli anak di kota Solo.

Yang dibutuhkan doing project adalah buku anak atau buku dongeng, dan boneka karakter.“Pembiayaan doing project tidaklah banyak yang paling penting pemenuhan buku anak dan boneka karakter” ujar mahasiswi jurusan Bimbingan dan Konseling , Universitas Sebelas Maret tersebut.

Untuk pemenuhan buku anak, Nadia mengajukan proposal kepada penerbit buku anak dan membuka donasi buku anak sebagai bahan pembelajaran dongeng bagi komunitas dongeng keliling. Nadia La Tsaniya juga ikut mendonasi 20 persen keuntungan penghasilan karya WPAP yang dirintis olehnya untuk kelancaran program ini.

Tak hanya anak-anak, Doing Project juga berbagi kecerian terhadap anak-anak difabel dan gangguan jiwa serta kaum lansia di panti jompo di Solo.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement