Merusak kolagen dan elastin
Konsumsi gula berlebihan akan menghasilkan peningkatan kadar insulin yang memicu peradangan kronis dan stres oksidatif. Selama proses glikasi, akan ada zat baru yang muncul, yaitu AGEs atau produksi akhir dari glikasi.
AGE ini sangat merusak, dan ini merupakan enzim yang memecah dan melemahkan serat elastin dan kolagen, yang secara tidak langsung akan menyebabkan kulit berkerut, kusam, dan kendur.

Memperburuk alergi
Boba sangat memicu reaksi alergi dan kondisi kulit yang meradang seperti eksim, atau yang dikenal dalam bahasa medisnya yaitu dermatitis atopik. Peningkatan kondisi eksim ini menyebabkan iritasi kulit, bercak kulit yang kasar mulai muncul, dan ruam gatal yang lepuh perlahan timbul keluar.
Gula menekan sel darah putih dan menstimulasi peradangan, maka kemampuan tubuh untuk melawan agen pembawa infeksi akan menurun dan tubuh tidak mampu melawan dengan kuat, bahkan alergen yang ringan sekalipun.