Satu dari lima anak dan remaja mendominasi perokok muda di Indonesia. Anak-anak usia 10-14 tahun sudah banyak yang merokok. Menariknya lagi, kalangan perokok di usia produktif. Para pekerja usia 25-45 tahun sering membelanjakan rokok dari pendapatannya.

"Kebijakan ini (naiknya cukai dan harga eceran rokok) membantu pemerintah menurunkan jumlah perokok di Indonesia. Juga mudah-mudahan membantu defisit BPJS Kesehatan kita. Apalagi urusan rokok timbulkan lima penyakit tidak menular yang habiskan dana JKN besar," pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)