Berdasarkan data terakhir Kemenkes dihimpun dari BPJS Kesehatan, jumlah kasus yang terkait dengan rokok, tembakau yang mendapatkan layanan rawat jalan dan rawat inap sebanyak lebih dari 5.159.627 kasus dan biaya pengobatan yang dibutuhkan mencapai lebih dari Rp5,4 Triliyun.

Planning and Policy Specialist Center For Indonesia Strategic Development Initiative (CISDI) Yurdhina Meilissa mengatakan, prevalensi merokok di Indonesia salah satu yang tertinggi di dunia. Bahkan, jumlah perokok anak dan remaja tumbuh pesat.