Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Orang Bokek Sering Ngeluh Stres, Apa Kaitannya?

Dewi Kania , Jurnalis-Kamis, 11 Juli 2019 |21:01 WIB
Orang Bokek Sering Ngeluh Stres, Apa Kaitannya?
Ilustrasi (Foto: Moneyissues)
A
A
A

Kalau kondisi keuangan pribadi memburuk, pasti Anda mengeluh stres kepada teman atau saudara. Kira-kira apa kaitannya yang bikin hal itu logis ya?

Khususnya buat generasi milenial, uang saat ini adalah segala-galanya. Terlebih bagi yang sudah punya pendapatan sendiri. Bisa-bisa bikin stres kalau tak bisa mengelolanya.

Rasanya setiap hari ingin belanja, makan enak di restoran, sampai mencari hiburan lain sampai larut malam. Hal itu jelas tidak sebanding antara pendapatan dengan gaya hidupnya.

 Pria memegang dompet

Tak dirasa pengeluaran Anda lebih besar pasak daripada tiang. Kalau sudah merasa bokek, langsung punya beban pikiran berat.

Menanggapi fenomena itu, Psikolog Roslina Verauli angkat bicara. Menurutnya, generasi milenial atau orang yang berusia 20-30 tahunan sangat wajar mengalami hal itu. Karenanya, mereka selalu ingin merasakan kebebasan.

 Pria di depan komputer

"Orang usia 20-30 tahun selalu ingin ekspresikan kebebasan. Tidak saja sekarang, tapi dulu juga sama. Dunia ini milik sendiri, apa-apa ingin dibeli selama masih ada uang," ujar ujar Vera ditemui di Press Conference Sun Life Indonesia Live Healthier Lives di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019).

Vera menjelaskan, sebenarnya ada beberapa faktor yang memicu orang bokek jadi stres. Ketika tubuh merasa dibebani oleh pikiran berat, pasti ada alarm stressor yang bunyi. Sebisa mungkin harus dicegah agar tidak mengarah ke risiko resisten.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement