PEREMPUAN seringkali dianggap sebagai sosok yang paling mudah galau jika menyangkut urusan percintaan. Entah itu karena kandasnya hubungan yang tengah dibina maupun tak kunjung menikah.
Hal-hal semacam itu memang dapat menimbulkan perasaan gundah, terlebih saat melihat orang-orang di sekitar telah menemukan pasangan hidup. Kehilangan seseorang yang dicintai memang bukan hal yang mudah dan pastinya membuat kita galau.
Butuh kebesaran hati dan usaha keras untuk menghadapinya, namun bukan berarti saat kehilangan seseorang harus memaksakan diri agar semuanya terlihat baik-baik saja. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah pengertian terhadap peristiwa yang terjadi.
Pengertian yang dimaksud adalah pemahaman jika kepedihan karena kehilangan seseorang dapat berkurang seiring berjalannya waktu. Hal ini pula yang dikatakan oleh psikolog klinis, Inez Kristanti.
Melalui keterangan foto yang diunggah ke akun Instagram pribadi, dirinya menegaskan kepedihan karena kehilangan bisa berkurang tergantung cara menyikapinya.
"Kalau yang bikin pedih adalah melihat social media-nya dia, kenapa harus dilihat lagi? Kalau yang bikin pedih adalah dengar lagu-lagu sedih, kenapa harus didengar lagi? Kalau yang bikin pedih adalah berusaha menahan tangis, kenapa gak ditangisi aja?" tulis Inez seperti yang Okezone kutip dari akun @inezkristanti, Rabu (26/5/2019).
Dia menambahkan, seseorang juga perlu mengerti jika kekuatannya untuk menghadapi kehilangan bukan dengan cara menyangkal perasaan. "Tetapi dari mengenali apa yang kamu rasakan, berdamai dengannya, dan memilih untuk melangkah ke depan," tandas Inez.
Mengatasi galau ala Dita Soedarjo.