Dimulai dari Dwi Anggrayni (Rara) yang saat ini bekerja di salah satu perusahaan start up. Sebagian besar pengeluaran Rara digunakan untuk menikmati waktu berkualitas alias nongkrong cantik bersama sahabat dan rekan kerja.
"Kebetulan saya bukan tipe orang yang suka belanja. Kadang beli baju sama skincare kalau memang lagi butuh saja. Jadi biasanya pengeluaran terbesar dipakai untuk nongkrong sepulang kerja, hehe," ujar Rara saat ditemui Okezone via telepon, Sabtu (15/6/2019).
Gaya hidup seperti ini memang tidak terlepas dari kehidupan kaum urban Jakarta. Apalagi Rara termasuk dalam kategori generasi milenial.
Kebutuhan untuk bersosialisasi dengan rekan sejawat masih menjdi prioritas utama, meski dia sadar bahwa gaya hidup seperti ini memang harus dibatasi. Bila ada ajakan nongkrong, Rara setidaknya mengeluarkan uang sebesar Rp250 ribu per hari.
"Karena sudah kerja, sekarang intensitas ngumpul tidak sesering jaman kuliah. Dulu bisa setiap hari, sekarang paling 2-3 kali dalam seminggu, dan weekend itu pasti ngumpul. Lokasinya standar lah, paling sering di Union, William's, atau GIA restaurant," tutur wanita asal Makassar itu.

Bila ditotalkan, Rara mengatakan biaya hidupnya bisa menyentuh angka Rp7 juta per bulan. Jumlah tersebut mencakup uang makan sehari-hari, nongkrong, transportasi, serta kebutuhan tambahan seperti, menyetok makanan di kulkas.
Untuk urusan kos, Rara ternyata memiliki beberapa pertimbangan khusus. Sebagai perantau, dia memilih tempat beristirahat yang nyaman dan terasa seperti di rumah sendiri.
Alhasil, dia pun menjatuhkan pilihan pada salah satu kos eksklusif di kawasan Setia Budi, Jakarta Selatan. Biaya kos di tempatnya dibanderol seharga Rp5 juta per bulan. Jumlah tersebut dinilai sangat layak mengingat fasilitas yang disediakan terbilang lengkap.
"Kembali ke preferensi dan gaya hidup masing-masing. Kalau saya pribadi, saya butuh tempat yang nyaman. Karena pada akhir pekan, saya menghabiskan banyak waktu di kos," ungkap Rara.
"Kos saya juga dekat dengan kantor dan strategis," paparnya.