“Pokoknya ‘kasih panggung’ ke lawan bicara biar dia teralihkan untuk bertanya tentang kita. Dia bisa merasa lebih asyik embicarakan dirinya sendiri,” jelas Arrundina.
Di sisi lain, jika pertanyaan “Kok belum punya anak?” atau “Kapan hamil?” sudah pada tahap memancing emosi, hal pertama yang harus dilakukan adalah mengatur napas sampai merasa tenang. Tanamkan dalam pikiran sambil mengucapkan ke diri sendiri bila belum punya anak bukan merupakan suatu kegagalan. Sebab masih ada pencapaian lain yang bisa diraih.
Selain itu, ubah cara berpikir dan anggap pertanyaan dari orang lain merupakan bentuk kepedulian mereka terhadap diri sendiri. Pertanyaan mereka adalah suatu cara untuk mengetahui kehidupan kita lebih dalam dan bukan sebagai bentuk serangan karena ingin membandingkan atau meremehkan.
“Kalaupun memang ternyata lawan bicara ingin membandingkan diri dengan kata-kata ‘Dulu seumuran kamu, saya sudah punya anak’, anggaplah orang tersebut ingin dianggap pencapaiannya lebih baik. Oleh karenanya jawab saja dengan memuji dan tanya kebahagiaan yang dirasakannya setelah punya anak. Dengan begitu subyek pembicaraan pun akan berganti ke lawan bicara,” pungkas Arrundina.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.