Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sosiolog: Kekerasan Jadi Ajang Kompetisi, Cara Remaja Buktikan Eksistensi

Tiara Putri , Jurnalis-Senin, 15 April 2019 |17:20 WIB
Sosiolog: Kekerasan Jadi Ajang Kompetisi, Cara Remaja Buktikan Eksistensi
Kekekerasn kini seolah dijadikan ajang kompetisi (Foto:Ist)
A
A
A

Sementara itu, kekerasan di antara remaja memang rentang terjadi. Hal ini masih menurut Daisy, dikarenakan di umur tersebut para remaja sedang dalam masa pencarian jati diri. Mereka menjadikan kekerasan sebagai ajang untuk berkompetisi guna menunjukkan eksistensi, kekuatan, dan dominasinya. Para remaja berpikir apabila mereka berhasil mengintimidasi orang lain, maka dirinya akan ditakuti.

“Hal ini kemudian menjadi menarik, padahal mereka enggak tahu siapa yang dirugikan dari tindakannya dan tindakan itu positif atau negatif. Terlebih sistem pendidikan di Indonesia masih tekstual, jadi enggak merangsang kognitif kritis sedari dini,” papar Daisy.

Dosen sosiologi dari Universitas Indonesia itu mengatakan, ke depannya harus lebih banyak ruang-ruang positif yang bisa dimanfaatkan oleh remaja. Dengan begitu mereka menunjukkan eksistensi dan ekspresinya sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Salah satu caranya dengan mengadakan kompetisi di bidang seni.

“Bisa dibilang kompetisi seni itu masih kurang, lebih banyak fokus ke kompetisi akademik. Padahal seni itu bisa menyalurkan energi negatif yang berhubungan dengan masalah identitas, kompetisi, dan persaingan,” pungkas Daisy.

(Santi Andriani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement