KASUS kekerasan yang menimpa seorang remaja perempuan di Pontianak, Kalimantan Barat beberapa waktu lalu sempat mencuri perhatian masyarakat. Terlebih kasus tersebut juga viral di media sosial hingga muncul tagar #JusticeForAudrey. Namun sebenarnya hal ini bukan pertama kali terjadi dan tak sedikit pelaku kekerasan usianya masih tergolong anak-anak.
Situasi tersebut tentunya harus menjadi fokus dari orangtua. Sebab bagaimanapun cara mendidik dan mengasuh orangtua turut memengaruhi perilaku anak. Lantas, apa sebenarnya yang menyebabkan anak-anak bisa menjadi pelaku kekerasan?
Menurut sosiolog, Daisy Indira Yasmine, M.Si, secara sosiologi segala sesuatu yang berbeda dari norma umum memang lebih menarik, termasuk kekerasan. Di masyarakat, kekerasan adalah hal yang harus dihindari dan tidak sesuai dengan norma yang berlaku. Akan tetapi kemudian muncul paradoks dimana semakin kekerasan dilarang, maka ketika ada 1-2 orang atau lebih yang melakukan kekerasan tindakan tersebut menjadi viral karena menarik dan dilihat orang banyak.
“Penyimpangan dari nilai utama yang dipegang oleh masyarakat adalah sesuatu yang paling mudah menjadi booming. Untuk itu harus disesuaikan dengan regulasi dari berbagai sisi,” ujar Daisy saat ditemui Okezone dalam diskusi bersama Ngobras!, Senin (15/4/2019) di Jakarta.
Baca Juga: