SERANGAN panik atau panic attack adalah sebuah kondisi di mana seseorang merasakan kecemasan dan ketakutan yang luar biasa. Jantung berdebar keras hingga susah bernapas.
Dalam banyak kasus, serangan panik menyerang dengan tiba-tiba, tanpa peringatan apapun. Sering kali, tidak ada alasan yang jelas mengapa serangan tersebut terjadi. Serangan panik mungkin hanya terjadi satu kali dalam seumur hidup, namun banyak orang yang harus menjalani kehidupannya dengan ketakutan bahwa serangan panik akan tiba-tiba datang lagi. Jadi seperti bagaimana cara yang baik untuk mengatasi panic attack?
BACA JUGA : Sama-Sama Dekat dengan Wijaya Saputra, Lebih Seksi Siapa, Gisel atau Agnez Mo?
Ubah Pola Pemikiran
Menurut Yayasan Mental Health Foundation (MHF), 13,2% orang telah mengalami serangan panik. Serangan dapat berlangsung antara 5 dan 30 menit, dengan gejala pernapasan cepat, berkeringat, jantung berdetak kencang, menggigil dan merasa sakit. Karena kesehatan mental dan pikiran perlu dijaga serta diatur agar tubuh menjadi lebih tenang.
Tetap tenang
"Jika Anda mengalami serangan panik namun tiba-tiba dapat membantu seseorang dengan meyakinkan bahwa itu akan berlalu," Paul Salkovskis, profesor psikologi klinis dan ilmu terapan di University of Bath, mengatakan dalam saran resmi dari NHS. Penting untuk menghindari dari faktor gangguan apapun yang berkesan mengejutkan atau menyibukkan.
Yakin
Serangan panik bisa sangat menyusahkan, beberapa orang menggambarkan perasaan seolah-olah mereka mengalami serangan jantung. Penting untuk meyakinkan orang yang mengalami serangan bahwa mereka tidak dalam bahaya. Gejala-gejalanya, yang disebabkan oleh respons tubuh dan biasanya memuncak dalam 10 menit.

Mengatur Nafas
Serangan panik dapat membuat napas menjadi lebih cepat. Cobalah untuk bernapas perlahan dan dengan tenang mengangkat lengan ke atas dan ke bawah. Untuk mengatasi hal yang buruk dan mengurangi stress pada diri.
BACA JUGA : Bocoran Jumlah Aksesori Rancangan Rinaldy Yunardi di Pernikahan Syahrini-Reino Barack
Tanyakan Apa yang Dibutuhkan
Orang-orang sering merasa lelah setelah serangan panik. Jangan berasumsi mengenai apa yang ia butuhkan, misalnya “Butuh air? Obat? Mau duduk?”. Tanyakan langsung, “Beri tahu saya apa yang kamu butuhkan.”
(Dinno Baskoro)