Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Depok dr Su kwanto Gamalyono, MARS mengakui, kasus akibat dampak negatif gadget pada anak cukup banyak. Namun untuk data detail memang belum ada. Pemakaian gadget secara berlebihan jelas dapat menyebabkan lelah mata yang berdampak penglihatan bisa terganggu (minus). Dampak lainnya adalah peradangan mata.
“Saat ini kita sering lihat anak-anak, bahkan balita yang asyik berkutat dengan smartphone . Bahkan balita yang belum bisa membaca pun sudah hafal bagaimana cara mengakses video favoritnya,” katanya.
Banyak kasus anak yang saking asyiknya memainkan gadget sampai lupa waktu dan terus-menerus tanpa jeda. Bahkan beberapa anak memainkan gadget dengan posisi dekat dengan mata. “Kebiasaan menatap layar ponsel ternyata punya andil dalam masalah mata, terutama pada anak-anak,” ungkap nya.

Menggunakan smartphone dalam kegiatan sehari-hari dan jarak dekat 30-40 cm akan menyebabkan kontraksi otot cilliaris di dalam bola mata atau yang dikenal dengan istilah akomodasi.