Tak hanya penyakit jantung, gagal ginjal juga menjadi penyakit kedua yang paling sering dialami masyarakat. Menurut Menkes Nila, dua penyakit inilah yang paling banyak menguras dana BPJS karena pasien harus menjalani hemodialisa untuk memperpanjang masa hidupnya.
“Penyakit jantung dan stroke masih yang tertinggi, kemudian gagal ginjal. Hampir semua dana BPJS habis untuk mengobati penyakit ini. Selain itu diabetes, hipertensi dan beberapa penyakit menular ikut meningkat,” lanjut Menkes Nila.
Mahalnya biaya pengobatan penyakit jantung membuat beberapa orang tergantung dengan BPJS. Namun, beberapa masyarakat yang tak bertanggung jawab hanya mengambil untung sesaat dengan adanya program pemerintah ini. Mereka hanya membayar iuran saat pengobatan, namun setelah selesai, maka ia tak lagi menunaikan kewajibannya.
“Orang kaya kalau sudah sakit jantung kan mahal. Karena mahal biasanya baru ikut BPJS. Tapi jika sudah selesai pengobatan, mereka berhenti dan tidak ikut lagi. Kasihan BPJS-nya. BPJS harus tetap berjalan, jadi kita harus perbaiki siapa yang bayar dan siapa yang disubsidi,” tutupnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.