Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPJS Kesehatan Defisit, Menkes Nila Sebut Penyakit Ini Makan Biaya Besar

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Kamis, 28 Februari 2019 |20:30 WIB
BPJS Kesehatan Defisit, Menkes Nila Sebut Penyakit Ini Makan Biaya Besar
Menkes Nila (Foto: KemenkesRI/Twitter)
A
A
A

Kontroversi mengenai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) memang telah berembus sejak beberapa bulan lalu. BPJS dikabarkan mengalami defisit karena lebih besar pengeluaran dibandingkan pemasukan yang diterima.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Moeloek, mengatakan bahwa iuran BPJS masih belum berimbang. Defisit terjadi karena jumlah pemasukan yang diperoleh BPJS tidak sesuai dengan yang mereka keluarkan, terutama pada beberapa penyakit tidak menular yang membutuhkan biaya mahal.

“Iuran BPJS memang belum imbang. Masih ada perbedaan yang besar antara penerimaan dan pengeluaran. Hasilnya penerimaan ini masih tidak cukup untuk pengeluaran besar terutama pada penyakit tidak menular,” terang Menkes Nila, dalam acara Dies Natalis ke-69 FKUI, Salemba, Jakarta Pusat.

Menurut data yang diperoleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) penyakit mematikan pertama yang menyerang masyarakat Indonesia adalah jantung dan stroke. Meski bukan penyakit baru, tapi masyarakat Indonesia masih tidak mampu menjaga kesehatannya supaya tehindar dari penyakit ini.

bpjs kesehatan

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement