7. Frederick dan Anna Murray Douglass

Frederick Douglass adalah seorang budak dan pemimpin hak asasi manusia terkemuka dalam sejarah gerakan penghapusan perbudakan di Amerika Serikat (AS). Sedangkan Anna terlahir sebagai wanita kulit hitam bebas di Maryland yang bertemu dengan Douglass saat dia bekerja sebagai penangkap kapal.
Anna yang memfasilitasi pelariannya dengan membelikannya tiket kereta api dalam penyamarannya. Keduanya kemudian menikah, dan Frederick memulai kariernya di panggung politik sebagai seorang aktivis abolisionis. Ketika Frederick melanglangbuana menjalankan aktivitasnya, Anna sendirian membesarkan lima anak mereka.
Bahkan ketika Frederick diketahui berselingkuh, Anna tetap berada di sisinya demi memperjuangkan persamaan ras dan kebebasan. Anna meninggal pada 4 Agustus 1882, dan Frederick mengikutinya lebih dari 10 tahun kemudian.
8. Vladimir Lenin dan Inessa Armand

Pemimpin revolusi Rusia Vladimir Lenin terjebak dalam cinta segitiga di antara dua perempuan: istrinya, Nadezhda Krupskaya, dan seorang komunis Prancis-Rusia, Inessa Armand. Terlepas dari persaingan antara kedua perempuan tersebut, ketiganya menikmati hubungan yang tulus.
Inessa Armand, seorang sosialis kelahiran Prancis, pindah ke Moskow pada usia 15 tahun setelah kematian ayahnya. Pertemuan pertama Armand dengan Lenin terjadi pada 1909. Selama beberapa tahun, keduanya tinggal dan bekerja di Paris dan banyak yang menduga dalam periode itu hubungan mereka telah tumbuh lebih dari sekadar persahabatan.
Hubungan antara Lenin dan Armand tak berlangsung lama. Sang pemimpin revolusi akhirnya memilih tetap setia dengan istrinya. Armand tetap setia pada Lenin dan revolusi hingga akhir hayatnya.
9. Hernan Cortes dan La Malinche

Menurut sejarah, Cortes dikenal sebagai salah satu penjelajah terkenal asal Spanyol. Sedangkan La Malinche adalah salah satu dari 27 wanita yang dipersembahkan sebagai penghormatan kepada orang-orang Spanyol setelah menaklukkan sebuah suku lokal dalam suatu pertempuran.
Sebagai penerjemah, penuntun dan kekasih, La Malinche membantu Cortes dalam penaklukan Spanyol di Meksiko. La Malinche dibaptis dan dikenal sebagai Doña Marina. Dari hasil hubungannya dengan Cortes, dia melahirkan seorang putra, Martin, salah satu mestizos (orang keturunan campuran bangsa Eropa dengan bangsa asli Amerika) pertama.
(Martin Bagya Kertiyasa)