Oleh karena itu, dia pun menyarankan agar orangtua yang anaknya terkena HIV sadar, kalau apa yang terjadi pada buah hatinya itu bukanlah kutukan, tapi sesuatu yang bisa dikendalikan dan si anak tentu bisa menjalani kehidupan yang berkualitas.
"Contoh sederhananya adalah anak Anda jika memang positif HIV, maka dia tidak disarankan untuk memberikan makanan ke orang lain. Jika ingin, berikan di tempat yang terpisah dan jumlahnya lebih banyak. Sebisa mungkin minimalisir kontak langsung," terang Psikolog Anna.
Anna melanjutkan, pendidikan seksualitas juga penting diterapkan sedini mungkin. Agar anak-anak atau remaja tahu batasan dan mengenali tubuhnya dengan baik.
Membangkitkan semangat si anak yang terpapar virus HIV bukan tugas yang mudah. Psikolog Anna bahkan menegaskan, itu adalah tugas yang berat dan bukan hanya si anak yang dikuatkan, tetapi juga kedua orangtuanya.
Baca Juga: Percaya Gak Percaya, Wanita Ini Ngaku Lihat Michael Jackson di Neraka Saat Mati Suri