REMAJA memang harus dibekali dengan pemahaman HIV, karena dianggap menjadi gerbang dari informasi penyakit ini. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan kasus HIV di Indonesia pun bisa semakin terkendali.
Psikolog Anna Surti Ariani menyebut, selain bicara mengenai risiko-risiko apa saja yang bisa menyebabkan HIV, biasanya informasi yang tentang penularannya juga harus diberikan.
Menurut Anna, kesulitan yang masih terjadi sampai sekarang adalah mereka itu tidak menyadari kalau tubuhnya berisiko. Alhasil, kebiasaan dia tidak terkontrol dengan baik dan ini berisiko menyerang orang lain tentunya dalam kondisi-kondisi tertentu.
Baca Juga: Jokowi Kaget, Omset Pisang Nugget Kaesang Kalahkan Bisnis Mebelnya
