
Diawali dari kisah pilu ibu bernama Emilia. Ia tinggal di Pulau Sebesi, Lampung Selatan yang cukup dekat jaraknya dengan anak Gunung Krakatau. Saat musibah melanda, ia sempat memeluk erat bahkan memegang kerah baju anaknya kala terseret ombak. Sayangnya, kuatnya ombak yang mengantam membuat tubuhnya seketika lemah tak berdaya, memaksanya harus 'melepas' anaknya. Tragisnya, anak Emilia itu merupakan semata wayang. Itu membuat hatinya teriris harus menerima kepergian anaknya, dan belum ditemukan hingga saat ini.

Kisah Tuti yang selamat berkat paniknya sang anak
Niat hati ingin berlibur ke Pantai Pandeglang, Tuti Rumsiati hampir meregang nyawa. Ia bersama 22 keluarganya dari Cirebon ingin menikmati panorama pantai ini. Tanpa disangka, saat hendak beristirahat ketika malam, tiba-tiba anaknya rewel. Barulah ia sadar jika suasana berubah menjadi suatu bencana mencekam dari yang sebelumnya terlihat tenang. Beruntungnya, ia segera naik ke atas bukit bersama ratusan orang lain yang berusaha menyelamatkan diri. Setelah tsunami dirasa mulai mereda, ia bersama rombongan lainnya menuju ke sebuah perkampungan dan berkumpul lagi dengan anggota keluarganya. Ia merasa bersyukur masih diberikan kesempatan hidup meskipun tubuhnya mengalami luka.