Sebelumnya, dia tidak pernah berpikir untuk menggeluti profesi ini, tapi karena melihat ayahnya sakit, dia jadi tergerak untuk mengganti pekerjaan ayahnya sejak tujuh tahun silam.
Dia pun berpikir masih bisa menyambi profesi sebagai guru tari, tapi mengingat pekerjaan sopir truk yang menghabiskan waktu sangat lama di jalan, akhirnya ia berhenti mengajar. Sasaki juga mendapatkan SIM pertamanya kala berusia 21 tahun.
Meskipun memutuskan untuk berhenti mengajar, ia tidak menyesal. Baginya, mendampingi ayahnya sekaligus merawatnya jauh lebih penting. Kisah Rino pun tersebar luas di sosial media. Dampaknya, banyak orang yang bersimpati padanya. Ia pun juga terkenal di kawasan Asia dan mendapatkan julukan "pengemudi truk tercantik di Jepang."
Sasaki berharap dengan popularitasnya, ia dapat menginspirasi banyak wanita Jepang untuk terjun dalam dunia transportasi. Karena itulah ia sering mendokumentasikan seluruh kegiatannya saat mengemudi truk dan segala aktivitasnya.
Baca Juga: Disebut Prabowo Gaji Lebih Kecil dari Tukang Parkir, Dokter Ini Rela Dibayar Pakai Sayur!