"Ketika penampahan, semua harus sudah menyiapkan daging untuk perlengkapan upacara Hari Raya Galungan. Sebagian untuk persembahan, sisanya untuk dimakan bersama-sama," ujar Sudiana saat dihubungi Okezone, Rabu (26/12/2018).
Sudiana menambahkan, di Bali diyakini orang yang memakan persembahan daging tersebut membuat seseorang bakal bebas. Makanya umat Hindu sengaja mempersiapkan daging yang enak.
Selain babi, sebut Sudiana, ada hewan lainnya yang kerap dipotong. Misalnya ayam, babi hutan, kambing, landak bahkan kerbau. Setelah dipotong, dagingnya dimasak ramai-ramai dengan resep khas Bali. Seperti gulai, sate, lawar, ada pepesan, dan lainnya.
Di Bali banyak racikan masakan yang enak dinikmati. Bumbunya juga lengkap sekali, sehingga banyak olahan yang khas dihidangkan selama perayaan Galungan.
Tak hanya daging, umat Hindu juga menyiapkan persembahan berupa buah yang ranum. Buah-buahan yang paling umum jadi persembahan berupa pisang, mangga, salak, anggur, duku, hingga manggis.
"Buah tersebut sudah dipersiapkan pada 21 hari sebelum Galungan. Upacaranya namanya tumpek wariga atau tumpek bubuh yang punya harapan tersendiri," tuturnya.