Tren menghirup gas Helium ini sangat populer di kalangan anak muda, dengan jumlah 7,6% penggunanya di usia 16 hingga 24 tahun. Ini adalah jumlah pengguna yang sangat besar dibandingkan penggunaan kokain (4,2%) atau ekstasi (3,9%).
Baca Juga: Emil Dardak Jelaskan Adiknya Meninggal Dunia Akibat Sakit Jantung
Kembali, gas Helium ini mematikan. Tapi, tetap saja ada yang menggunakannya. Tercatat, pada 2006 dan 2012, ada 17 kematian yang disebabkan oleh tren yang satu ini.
The Advisory Council on the Misuse of Drugs (ACMD) Inggris mengatakan bahwa ada satu kematian pada 2011 dan lima kematian pada 2010. Amerika Serikat sendiri mencatat ada sekitar 15 kematian per tahunnya karena gas Helium ini.
Terlepas dari kasus di atas, Anda juga mesti sadar bahwa penggunaan gas Helium ini benar-benar berbahaya.
Dilansir dari New Beginnings Drug Rehab, kehabisan oksigen adalah efek paling mematikan dari tren yang satu ini. Selain itu, jika gas dihirup terlalu dalam bisa menyebabkan emboli. Bahkan, jika gas terlalu banyak, ini bisa membuat paru-paru seseorang pecah seketika.