
Pengecekan itu antara lain, tidak menerima transfusi darah dalam 12 bulan terakhir; tidak ada penyakit menular; ASI donor harus sesuai dengan usia bayi, yakni harus kurang dari 6 bulan; tidak ada kontra indikasi saat menyusui; dan tidak mengonsumsi obat-obatan.
Selain keempat poin di atas, dr Rinawati juga mengingatkan sebelumnya untuk menanyakan pada pendonor tentang riwayat keluarganya. Ini penting dilakukan, sebab penyakit keturunan keluarga dan penyakit yang diidap oleh salah satu anggota keluarga bisa saja mengontaminasi ASI pendonor.
“Sifat ASI donor bisa saja terkontaminasi dari riwayat keluarga pendonor ASI,” jelas dokter Rinawati di Jakarta, Rabu (28/11/2018).
(Baca Juga:Sembelit, Masalah Kesehatan Kerap Muncul saat Traveling)