Dalam sebuah tinjauan ulang, yang meliputi 4 uji coba secara acak dengan total 1.466 partisipan dewasa, obat penenang antihistamin membantu meredakan gejala hidung berair dan bersin namun tidak pada saluran pernafasan yang tersumbat. Namun, dengan antihistamin non-penenang, tidak ada gejala yang membaik. Antibiotik dan kortikosteroid intranasal tidak terbukti juga meredakan gejala.
Untuk obat-obat yang lebih “alami”, para peneliti menemukan bahwa uji klinis yang meneliti Echinacea, vitamin C, pelega tenggorokan, dan uap panas yang melembabkan tidak mengatasi gejala pada saluran pernafasan. Sebuah tinjauan ulang menyimpulkan bahwa obat tetes salin pada saluran hidung tidak efektif.
“Vitamin C umumnya dianggap sebagai alternatif terapi yang efektif, tidak berbahaya dan tidak mahal,” kata Angela Ortigoza dari Universitas Katolik Kepausan di Santiago, Chili yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Walaupun vitamin C membantu meningkatkan daya tahan tubuh, mengonsumsi suplemen itu untuk mencegah pilek tidak akan ada efeknya, kata mereka.
Tim peneliti tidak menemukan penelitian mengenai probiotik, bawang, ramuan herbal Cina, salep, minyak eukaliptus, madu, ginseng atau meningkatkan asupan cairan untuk meredakan gejala pilek.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.