Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ratna Sarumpaet Alami Factitious Disorder, Jenis Penyakit Apakah Itu?

Dewi Kania , Jurnalis-Jum'at, 05 Oktober 2018 |08:39 WIB
Ratna Sarumpaet Alami Factitious Disorder, Jenis Penyakit Apakah Itu?
Ratna Sarumpaet (Foto: Okezone)
A
A
A

Rasanya drama operasi plastik Ratna Sarumpaet belum usai. Netizen masih banyak yang mengungkap kekesalannya di media sosial dengan berbagai cara. Menariknya, aksi kebohongan yang dilakukan aktivis perempuan itu juga ditanggapi kalangan publik figur dan profesi lainnya. Sampai Psikolog Melissa Grace yang debut pertamanya menjadi seorang komedian itu pun ikut menanggapi.

Dia sepertinya menyindir mertua Rio Dewanto itu di media sosial. Apa penjelasan lebih lanjut dari perempuan usia 35 tahun itu?

Melissa menyebutkan, jika seseorang sadar atau sengaja melakukan pemalsuan, bisa tergolong orang-orang yang kena Factitious Disorder. Ini termasuk sebuah gangguan mental, yang sebenarnya tidak ada untung bagi sang pelaku yang berbohong.

Factitious Disorder -- also known as : "Munchausen Syndrome" . . . Istilah "gangguan mental" TIDAK sama dengan istilah "gila" atau "sakit jiwa" seperti yang dikenal oleh masyarakat awam. . . Istilah "gangguan mental" di sini artinya individu memiliki kondisi mental yang tidak benar-benar sehat (kurang mampu menjalani fungsi hidup secara adaptif dan efektif). . . . . Secara umum, sebuah perilaku disebut sebagai "gangguan" ketika: . ☘️ Individu yang bersangkutan tidak lagi dapat sepenuhnya mengendalikan #Intensitas , #Durasi, #Frekwensi perilakunya. (Jadi, TIDAK hanya terjadi sesekali). . ☘️ Perilakunya sudah mengganggu fungsi adaptif (fungsi perilaku keseharian) individu yang bersangkutan, maupun lingkungan sekitarnya. . ☘️ Perilaku menimbulkan distress (stress yang bersifat negatif) pada individu yang bersangkutan maupun lingkungan sekitarnya. . . . . . . . ‼️ IMPORTANT : . Postingan ini BUKAN alat untuk menegakkan diagnosa, melainkan untuk memberikan #Psikoedukasi secara umum, tanpa merujuk pada kasus tertentu. . . Penegakkan diagnosa hanya dapat dilakukan oleh Profesional setelah serangkaian pemeriksaan psikologis pada klien dan orang-orang signifikannya. . . . . . . . .👤 @Mellissa_Grace . . . #MellissaGrace #MG #Psikolog #PsikologKlinis #ClinicalPsychologist #Psikoedukasi #AskMG #TanyaPsikolog #KataPsikolog #PsychoeducationByMG #FactitiousDisorder #MunchausenSyndrome . . .

A post shared by Mellissa Grace, Psikolog (@mellissa_grace) on

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement