Merilis hormon stres
Kortisol adalah hormon stres yang dilepaskan ketika seseorang sedang mengalami stres serta kadar glukosa darah rendah. Salah satu pemicunya adalah putus cinta atau patah hati. Patah hati akan menyebabkan hormon kortisol lebih lama berada di dalam tubuh. Ini akan mempengaruhi Anda sehingga jadi lebih stres, sering ketakutan, kelelahan fisik dan lainnya.
Melemahkan sistem kekebalan tubuh
Patah hati akan melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda dengan mematikan bagian-bagian tertentu dari tubuh yang bertugas memerangi mikroba penyebab penyakit. Ini akan membuat Anda lemah dan menjadi lebih sensitif terhadap penyakit.

Mengalami sindrom patah hati
The American Heart Association mengungkapkan saat putus dengan seseorang, Anda akan mengidap yang namanya sindrom patah hati. Sebagian dari jantung Anda tidak memompa dengan baik, sementara yang lainnya melakukan fungsi seperti biasa, yang berarti kontraksi bisa menjadi lebih kuat. Gejala-gejala sindrom patah hati itu meliputi detak jantung yang tidak teratur dan nyeri dada. Oleh karena itu sering disalahartikan sebagai serangan jantung.
Baca Juga: 10 Transgender Ini Cantiknya Gak Kalah dengan Perempuan Asli, Lihat Saja Sendiri!)
Menyebabkan masalah kulit
Tingkat stres yang tinggi dapat menyebabkan masalah kulit seperti jerawat. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2007 oleh para peneliti di Wake Forest University di North Carolina menemukan bahwa orang yang mengalami tingkat stres berlebihan seperti saat putus, 23 persen lebih banyak resiko berjerawat. Studi tersebut juga mengungkap bahwa stres dapat memicu peradangan dan jerawat adalah hasil dari peradangan kulit.
(Dinno Baskoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.