ORANG-ORANG yang memiliki maag tentu tahu tidak enaknya saat gejala penyakit tersebut kambuh. Biasanya perut hingga dada terasa terbakar dan menimbulkan ketidaknyamanan. Bahkan bisa jadi rasa terbakar itu naik hingga ke tenggorokan dan menghasilkan rasa asam atau pahit di mulut.
Bagi mereka yang tidak memiliki penyakit maag sebelumnya dan tiba-tiba terserang gejala itu mungkin akan membuat sedikit bingung. Terlebih rasa sakit sering bertambah buruk setelah makan, ketika berbaring, atau di malam hari. Untuk menjawab rasa bingung itu, Okezone melansir Independent, Selasa (11/9/2018), terkait maag.
Viral Papa Ganteng Mengasuh Bayi Kembar, Lebih Gemas Ayah atau Bayinya?
Rasa terbakar di dada yang timbul saat gejala maag menyerang terjadi karena hasil dari refluks asam. Ketika itu isi perut dipaksa kembali ke esofagus, saluran tempat makanan menuju perut. Masalah ini sering terjadi ketika sfingter bawah esofagus melemah atau tidak berkerja secara normal. Isi perut yang sangat asam dapat menyebabkan sensasi terbakar.
