Pengajuan rencana penanggulangan kucing yang dianggap hama itu akan ditutup pada akhir Oktober. Sebab, kucing sering kali memangsa burung asli Selandia Baru dan mengancam populasinya. Namun, tidak semua anggota komunitas senang dengan ide tersebut.

Penduduk Omaui, Nico Jarvis, mengatakan kepada Otago Daily Times bahwa mereka terkejut dan merencanakan sebuah petisi untuk menentang rencana pemusnahan kucing. Dia mengatakan bahwa ketiga kucingnya tersebut adalah satu-satunya cara untuk memerangi masalah hewan pengerat yang ada di daerah itu.
"Jika saya tidak dapat memiliki kucing, tentu akan menjadi tidak sehat bagi saya untuk tinggal di rumah saya," tegas Jarvis.
Jarvis berharap pemerintah tidak membatasi populasi kucing bahkan mengatur kemampuan orang untuk memiliki kucing. Sebagaimana diketahui, langkah ini dilakukan karena Selandia Baru berambisi untuk menjadi negara bebas predator pada 2050. Rencana itu dikhususkan untuk memusnahkan spesies predator pengganggu seperti tikus, cerpelai, posum, termasuk kucing pemangsa. Rencana ini diumumkan sejak 2016.