Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dianggap Predator, Selandia Baru Bakal Kurangi Populasi Kucing Lokal

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Jum'at, 31 Agustus 2018 |20:06 WIB
Dianggap Predator, Selandia Baru Bakal Kurangi Populasi Kucing Lokal
Kucing (Foto: Thought.co)
A
A
A

KUCING merupakan salah satu hewan lucu dan menggemaskan di dunia. Tentu banyak orang ingin memelihara hewan kecil dan lucu ini. Meski demikian, sebuah dewan regional di Selandia Baru telah mengusulkan untuk melarang semua kucing domestik dalam upaya melindungi hewan asli.

Lingkungan di Southland menyerukan agar semua kucing domestik di wilayah tersebut dikebiri, atau dikenal dengan microchip dan didaftarkan. Kemudian, ketika seekor kucing mati, penduduk tidak akan diizinkan untuk memeliharanya lagi.

“Kami bukan pembenci kucing. Tapi kami ingin melihat kepemilikan hewan peliharaan yang bertanggung jawab dan ini benar-benar bukan tempat untuk kucing." John Collins, dari Omaui Landcare Trust, sebagaimana dilansir dari The Guardian, Jumat (31/8/2018).

  (Baca Juga: Pesona Farah Ann, Atlet Malaysia yang Pernah Dikritik karena Umbar Aurat)

Ali Meade, manajer operasi biosekuriti dewan, mengatakan bahwa jika langkah itu disetujui, maka hal tersebut akan dijadikan rujukan untuk perbaikan lingkungan. Hal itu dinilai akan membuat kehidupan burung lokal jadi lebih aman.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement