Banyak iklan komersial yang menggambarkan bahwa meminum susu secara rutin sangat ampuh untuk menurunkan berat badan. Ini berbanding terbalik dengan penelitian yang dilakukan oleh Physicians Committee pada tahun 2005 lalu. Mereka bahkan mengajukan petisi untuk menghentikan kampanye menyesatkan yang dilakukan oleh sejumlah produsen susu. Upaya mereka ternyata membuahkan hasil. Pemerintah Amerika Serikat kini melarang para produsen susu kemasan untuk membuat iklan yang diklaim dapat menurunkan berat badan.
Anak-anak membutuhkan susu agar sehat
Setelah bayi mendapatkan ASI ekseklusif dan formula selama kurang lebih 2 tahun, mereka sebetulnya tidak lagi memerlukan jenis susu apa pun untuk tumbuh kembangnya. Konsumsi susu selama masa kanak-kanak bahkan telah dikaitkan dengan penyakit kolik dan diabetes tipe 1. Studi lain juga tidak menemukan bukti bahwa susu rendah lemak memainkan pera apa pun dalam mencegah obesitas.
Menyehatkan jantung
Susu dan produk dairy lainnya mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Kandungan inilah yang memicu penyempitan arteri. Susu juga mengandung kolesterol yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung yang menjadi 'pembunuh' utama di Amerika dan sejumlah negara, termasuk Indonesia.
(Utami Evi Riyani)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.