Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Dona, Pengidap Thalasemia yang Harus Melakukan Terapi Suntik 5 Kali Dalam Seminggu

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Selasa, 08 Mei 2018 |07:14 WIB
Kisah Dona, Pengidap Thalasemia yang Harus Melakukan Terapi Suntik 5 Kali Dalam Seminggu
Tranfusi darah (Foto: Everydayhealth)
A
A
A

Sebelumnya, Dona mengaku sempat menjalani terapi obat-obatan namun hal tersebut tidak berlangsung lama karena menimbulkan efek samping yang menganggu aktivitasnya.

“Saya pernah coba terapi obat, tapi tidak kuat. Saya mual dan muntah-muntah, karena dalam sehari saya diharuskan meminum lebih dari 8 kapsul. Oleh karena itu, saya memilih terapi suntik karena lebih cocok dan tidak mengganggu pekerjaan saya,” jelasnya.

Setelah hidup dengan penyakit thalasemia selama kurang lebih 30 tahun, Dona kini telah memiliki 2 orang anak dan bekerja di sebuah perusahaan swasta. Namun ia menegaskan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi pemerintah, agar penyakit thalasemia ini dapat diketahui oleh masyarakat luas.

“Sosialisasinya masih kurang. Masih banyak masyarakat yang tidak tahu thalasemia. Setiap saya berkenalan dengan orang, saya selalu mengatakan kalau saya pengidam thalasemia. Namun mereka justru balik menanyakan kepada saya tentang penyakit tersebut. Oleh karena itu, saya selalu siapkan waktu selama 30 menit untuk mengadakan kuliah dadakan seputar thalasemia,” tukas Dona sambil tertawa lepas.

(Renny Sundayani)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement