Maka, tidak mengherankan jika ada orang Lamaholot yang merantau di Tanah Jawa atau Malaysia tak pulang-pulang bisa jadi karena sudah tidak pernah mencicipi gurihnya jagung titi. Inilah simbol keagungan jagung titi yang tersirat dalam kehidupan orang Lamaholot.
Setiap suku di wilayah Nusantara tentu memiliki dan menyimpan beragam pengalaman panjang mengenai tata kelola pangannya, seperti jagung yang diolah dan ditanam oleh masyarakat Lamaholot.
Para petani Lamaholot sering mendapat tawaran benih jagung hibrida beserta kisah keunggulannya untuk ditanam, namun mereka tetap menyukai jagung jenis lokal.
Alasannya, biji jagung hibrida kurang bagus untuk diolah menjadi jagung titi, karena mudah hancur saat dipipihkan, berbeda dengan jagung lokal yang bijinya lebih keras sehingga waktu ditumbuk hasilnya masih berbentuk pipih dan melahirkan model jagung titi.
Benih jagung lokal ditanam masyarakat Lamaholot, bukan benih jagung asli daerah setempat, namun karena ketiadaan informasi mengenai asal-usulnya maka dianggap sebagai benih jagung lokal sesuai dengan perkembangan sosial-budayanya.
Donatus Lamablawa, mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Dinas Pertanian Flores Timur mengakui bahwa jagung kretek (berwarna kuning) itu berasal dari daerah Trenggalek, Jawa Timur, dan pertama kali diperkenalkan kepada para petani Flores sekitar tahun 1976.
Dalam pandangan Donatus Lamablawa, masyarakat Lamaholot mempunyai pola makan yang sulit tergantikan, yaitu jagung titi. Jadi teknologi benih apa pun yang diperkenalkan kepada mereka tetap akan kembali ke pola makanan jagung titi tersebut.
Dan, benih jagung tersebut, kata Donatus, rasanya tak bisa dipisahkan dengan keberadaan kaum perempuan, karena orang Lamaholot meninggikan status perempuan karena kehidupan itu bersumber dari perempuan, memberikan kesuburan dan memberikan kehidupan bagi semua orang.
(Abu Sahma Pane)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.