Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jagung Titi, Teman Kopi dan Sore

Antara , Jurnalis-Senin, 07 Mei 2018 |14:58 WIB
Jagung Titi, Teman Kopi dan Sore
Foto: Screenshoot dari video di akun Youtube Bonafide channel
A
A
A

Agar rasa jagung titinya lebih afdol, orang kemudian mencampurinya dengan kacang tanah goreng. Tapi, bagi masyarakat Alor Pantar, mereka lebih memilih buah kenari sebagai adonannya saat hendak menikmati jagung titi tersebut.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya sebagai putra daerah Pulau Adonara di Kabupaten Flores Timur, selalu mengampanyekan pentingnya mengonsumsi jagung titi tersebut saat bertemu dan berdialog dengan masyarakat atau pun di forum-forum resmi.

Di dalam mobil dinas atau mobil pribadi gubernur, Lebu Raya selalu menyiapkan makanan khas tersebut untuk tamu-tamu negara, seperti menteri dan Presiden serta tokoh politik pujaannya Megawati Soekarnoputri.

Frans Lebu Raya yang akan mengakhiri masa jabatan yang kedua sebagai Gubernur NTT pada Juni 2018, hanya mau menunjukkan kepada para tetamunya bahwa setinggi apapun kedudukan seseorang, jangan lupa dengan asal usul, seperti yang dimetamorfosakan dalam sosok jagung titi tersebut.

Untuk mengolah jagung menjadi jagung titi, memang gampang-gampang sulit. Jagung pipilan terlebih dahulu digoreng dalam kuali atau wadah lainnya dalam posisi setengah matang, kemudian diambil dua sampai empat biji kemudian menitinya atau ditumbuk.

Jagung yang dititi dengan batu segenggam tangan di atas lapisan batu berwajah datar, langsung berubah seperti emping dan bisa langsung dikonsumsi pada saat itu. Jagung bisa dititi dalam jumlah banyak, tergantung dari kemampuan sang wanita untuk menitinya.

[Baca Juga: Camilan Nikmat Berbahan Jagung]

 

Perempuan Lamaholot sangat menentukan nasib sejarah jagung titi ini, karena hanya merekalah yang bisa duduk disamping bara api sambil meniti jagung tersebut dalam keadaan panas. Tak seorang pun tahu awal mula sejarah jagung titi ini dimulai di Bumi Lamaholot.

Tidak diketahui pula dari mana leluhur masyarakat Lamaholot mengadopsi teknologi tersebut untuk membuat jagung titi, namun hanya satu kata yang bisa dipahami bahwa jagung titi ada karena para leluhur telah meletakkan tradisi tersebut kepada anak warisannya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement