BACA JUGA:
"Karena ruang gerak sempit, bayi bisa mati lemas. Karena mungkin barang-barang yang dimiliki bisa berbahaya," kata Peneliti Studi David Schwebel dari University of Alabama di Birmingham.
Kematian mendadak itu dapat dialami siapa saja, baik anak laki-laki dan anak perempuan. Terlepas dari ras, etnis atau apakah mereka tinggal di perkotaan atau pedesaan. Setidaknya beberapa risiko peningkatan kematian terjadi fatal dan berbahaya.
Beberapa korban jiwa atau bayi itu dikaitkan dengan penyebab sindrom kematian bayi mendadak. Pada awal penelitian mungkin dikategorikan sebagai sesak napas dan tercekik di tempat tidur.
"Saya pikir mati lemas dan tercekik meningkat karena adanya pergeseran diagnostik," kata Dr Jeffrey Colvin dari Child's Mercy Kansas City.