Studi tersebut mencatat bahwa proporsi guru berpendidikan tinggi dan susunan sekolah sosio-ekonomi tidak menguntungkan anak laki-laki lebih dari sekadar anak perempuan.
Penulis utama Dr Margriet van Hek, dari Universitas Utrecht di Belanda, mengatakan kepada Press Association, "Kami mengusulkan bahwa anak perempuan merasa lebih mudah untuk berkonsentrasi di kelas, tetapi juga mereka lebih termotivasi untuk membaca," ucapnya.
Penelitian telah menunjukkan bahwa anak perempuan suka membaca lebih banyak dibandingkan anak laki-laki. Salah satu contohnya adalah kebanyakan anak perempuan itu menghabiskan waktu senggangnya dengan membaca. lebih baik membaca dan membaca lebih sering di waktu senggang mereka.
VIRAL! Video Kocak Peserta Seleksi TNI saat Menyebutkan Nama Pahlawan Revolusi